Senin, 10 Oktober 2011

SEJARAH PENGOBATAN LINTAH

LINTAH

Lintah bentuk tubuh licin dan liat, malah dikenali sebagai ‘penghisap darah’ cukup untuk menimbulkan mimik muka berkerut, apalagi jika diminta memegang atau ‘bermesra’ dengannya.

Bagi yang biasa atau ‘bermain’ dengan hewan daripada kelompok Filum Annelida atau cacing ini, lintah boleh dikatakan sejenis 
hewan unik dan luar biasa khasiatnya.

Jika satu ketika dulu lintah hanya menghuni sawah, kini lebih 300 jenis atau spesies lintah dari seluruh dunia dicari, malah ramai menternaknya untuk tujuan komersial.

Kelebihan yang ada pada lintah menjadikan 
hewan itu ‘sasaran’ dan perhatian ramai. Bukan hanya bisa utk mengobati penyakit kepala (migrain), resdung atau kudis, tetapi juga penyakit kanker payu dara, sakit pinggang, asam urat, rheumatik, strok, kencing manis dan darah tinggi, sakit gigi dan msh bnyak lagi penyakit yg bs disembuhkan lewat terapi lintah.

 SEJARAH PENGOBATAN LINTAH

Secara kasar, cuma 600 spesis lintah saja yang telah dikenal pasti hingga kini, tetapi hanya 15 jenis sahaja yang digunakan dalam pengobatan. Lintah yang dikelaskan sebagai lintah pengobatan, Hirudo Medicinalis, telah lama digunakan untuk merawat penyakit berabad lamanya.
Rekod dokumentasi yang pertama menggunakan Hirudo Medicinalis untuk tujuan
pengobatan bertarikh seawal zaman hippokrat. Menurut penulisan Sanskrit, Dhavantari, bapak pengobatan India, mengatakan “pegang madu disebelah tangan dan lintah disebelah tangan lagi”. Selain itu, terapi lintah juga digunakan dalam pengobatan kuno cina. Lukisan lintah pengobatan telah dijumpai dalam makam dukun-dukun. Terapi lintah dalam pengobatan Greek boleh dijumpai dalam puisi Alexipharmacia karya Nicandros. Pakar pengobatan Roman, Galen, mengelaskan terapi lintah sebagai kaedah untuk mencapai keseimbangan kesehatan. Di masa lampau, lintah dibuktikan sebagai kaedah paling berkesan dalam banyak tes pengobatan terutama melawan rawatan luka. Negara Eropa pada dekade ke 18 dan 19 telah mengimport lebih 10 juta lintah setiap tahun untuk memenuhi permintaan yang tinggi.

Terapi bekam itu telah dikenali sejak kerajaan Sumeria berdiri, lalu berkembang di Babilonia, Mesir, Saba dan Persia. Namun. Menurut As Suyuthi, bekam berasal dari Isfahan. Jadi, sebelum Rasul SAW diutus pun pengubatan bekam telah ada.

Orang-orang Barat telah lama mengenal
pengobatan dengan membuang darah, pada abad ke 18 mereka menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam.

Pada suatu waktu Perancis pernah mengimport 40 juta ekor lintah untuk keperluan itu.Lintah-lintah itu akan dilaparkan terlebih dahulu dengan tidak diberi makan, jadi bila ditempelkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah dengan begitu efektif. Setelah kenyang lintah itu tidak berusaha lagi untuk bergerak dan terus jatuh.

Rasulullah s.a.w. memilihkan, dengan wahyu dari-Nya, dari sekian banyak terapi yang ada pada waktu itu dengan terapi herba dan bekam. Baginda sangat menyenanginya. Terbukti dari seringnya baginda berbekam dan baginda
Rasulullah s.a.w mengungkapkan sebaik-baik pengobatan ialah berbekam.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar